Selasa, 30 April 2013

Dear; Hatiku...


Wahai hatiku yang rapuh...
aku bertanya padamu..
kenapa kamu biarkan dia datang dan bermain di taman hidupku..??
seharusnya kamu mengerti keadaan perasaanku yang nisbi ini..
begitu mudahnya aku senang, sedih, duka dan segala rasa tentang perasaan.
duhai hatiku yang sombong,
kini aku menghujatmu..
mana tanggung jawab terhadap perasaan yang makin mendalam ini...??
mana tenagamu dalam mendukungku ketika terjatuh seperti ini...??
mana obat yang kubutuhkan untuk sakit perasaan yangsedang kualami ini...??
hai hatiku yang tak peduli..
aku memanggilmu..
ketahuilah kalau saat ini aku sedang lara hati..
dia yang kucinta..
yang kau biarkan bermain di perasaanku; beranjak pergi.
katakan padaku bagaimana caraku memanggilnya kembali...??
perasaan ini telah terlalu melukai sanubari hatiku..
dia begitu leluasa menari-nari dan mencoret-coret dinding jiwa ini..
akibatnya aku terbelenggu dalam kata cinta yang "erat" kepadanya.
ini bukan luka perih akibat perbuatan nya..
ini perasaan cinta..
aku beringsut diri tanpa berani bangkit mengejarnya..
dia telah memikatku..
menjaringku..
mengikatku.
dan membelenggu perasaanku..
dia seperti memaksa otakku untuk selalu memikirkannya
dialah pemenangnya atas pergulatan perasaan ini..
Huuuhh...hatiku yang bodoh...!!
jawablah aku; bagaimana caranya mengulang perasaan cinta ini...??
apa cara agar dia mau tinggal menemani raga ini...??
rayuan apa yang harus ku perdengarkan agar perhatiannya tersita kepadaku lagi...??
hatiku...Oh hatiku...
aku tak menyesal telah mendengarkan suaramu dari pada pikiranku..
tapi kumohon bantulah aku untuk situasi sekarang ini..
jangan hanya diam..
sementara aku dan pikiranku bingung..
mencari solusi atas keadaan yang samsara ini..
lihatlah pikiran yang kusut ini..
dia tetap mau membantu mencari obat penyembuh atas kondisi yang kau ciptakan..

tolonglah wahai hatiku..
aku yakin kamu lebih mengerti tentang segala hal dibandingkan pikiran..
ini masalah cinta..
masalah yang tidak mampu dipecahkan oleh logika..
pikiranku sudah mengetahui hal itu..
kamu lebih digjaya dalam hal cinta..
hatiku..
tidak ada yang lebih tinggi dari kalian..
tolong carikan cara untuk apa yang aku alami ini..
TOLONG......!!!

de javu pagi ini ;

Aku bahagia tinggal di hatimu. Mengukir lembahmu dengan sungai yang mengalir dari telaga di mataku. Sebuah mata air untukmu, di tepinya ada mahligai yang selalu diterangi cahaya, dari jendela-jendelanya hanya terlihat indahnya panorama. Setapak jalan cinta yang naik turun di lembah-lembah romantika. Seperti sebuah gelombang di mana kita berayun menghabiskan masa.

Jantungku beresonansi indah untukmu. Dawai-dawai yang tak pernah kehabisan getar, berirama melantunkan rindu. Menggema nada-nada cinta merangkai simfoni kehidupan kita. Pada gemuruh air terjun, pada angin yang berhembus di daun-daun, pada kicauan burung-burung dan rumpun bambu yang bersenandung. Senantiasa kita dengar musik anggun yang menggetarkan jiwa.

Hanya kamu yang ada di hatiku, di dekapku. Sebuah perapian yang selalu menyala dalam kobaran cinta. Kehangatan adalah menggenangi pipi dengan airmata. Mengubahnya menjadi gerimis yang melukis pelangi di pinggir senja. Tubuhmu adalah selimut bagi jiwaku, aku adalah api perwujudan panasmu. Engkau adalah gunung yang indah, akulah magma yang membara.

Biarkan cahaya matahari jatuh di wajahmu. Aku bahagia memandang keindahan alam dari jendela hatimu. Serumpun sajak cinta. Sehamparan dunia dan MASA DEPAN yang menjulang hingga nirwana. Bukankah kuciptakan hujan untuk menghapus debu-debu masa lalu. Bukankah kubalut langit dengan pelangi dan kupetik setangkai mawar untukmu. Dan sungguh, aku hanya mampu mencintaimu.

Pagiku Tanpamu

Aku tak sempat pikirkan bagaimana hari-hari berlalu, Tak ada waktu....Aku terlalu sibuk mencintaimu!!!

Bukan seperti bulan yang cukup kurang kerjaan memelototiku malam ini.
Ada yang harus kulakukan, Mencari ruang kosong di kalbuku untuk kuisi ceritaku yang menggilaimu.

Tapi.... Semua penuh rupanya. Kucopot dan kugeledah seluruh bagian otak, jantung, dan paru-paruku. dan kudapati kegilaan imajinasiku tentangmu.
Dalam degup yang riuhnya gemparkan waktu. Diantara kerinduan di tiap desah nafasku yang memburu dan mengejar malam yang berlari jauh tinggalkan aku.

Oh begitu berat aku hadapi pagi tanpamu!!!